Jika Anda memiliki kesempatan bepergian ke Donggala, tengoklah Desa Towale, Banawa. Di sana Anda akan menemukan rutinitas menenun. Hampir semua perempuan di desa ini mengisi waktu senggangnya dengan menenun
Desa Towale memang terkenal dengan kain tenunnya yang disebut Buya Sabe atau Sarung tenun Donggala. Kain ini ditenun menggunakan benang sutera yang diberi pewarna alami, yang kebanyakan mengambil warna hitam, ungu dan kuning.
Harga jual dari Buya Sabe pun tinggi, bisa mencapai angka Rp. 600.000 per kain. Rumitnya proses pembuatan dan butuhnya keahlian khusus dalam menenunnya, sangat wajar jika satu kain baru jadi setelah memakan waktu 1-2 minggu atau bahkan sebulan.
Related Batik, Tenun, Ikat Searches:
- penjelasan tentang pembuatan kain tenun songket riau
- deskripsi batik donggala
- motif sarung tenun ikat di sulawesi
- motif sarung tenun donggala
- istilah tehnik menenun songket untuk daerah bali adalah
- menenun benang menjadi kain di sebut apa
- lihat gadis makai sarung batik tulis
- macam-macam batik donggala
- gambar cara teknik membuat songket riau
- youtube cara membatik ikat

Kain buya sabe itu seperti apa ya? Punya gambarnya ga? Kalo kain buya itu utk baju atau sarung ya? Punya koleksi kain songket juga?