Fashion Designer


30
Sep 10

Tenun Bali Dijadikan Kostum Putri Indonesia

Ajang Miss World sebentar lagi akan berlangsung. Sebagai salah satu negara yang akan mengirimkan perwakilannya, Indonesia mempersiapkan Asyifa, sang jawara Miss Indonesia 2010.

Asyifa Syafiningdyah Putrambami Latif, nama lengkap Asyifa, mengenakan busana yang dirancang oleh Deden Siswanto. Perancang ini menciptakan konsep busana yang tidak terlalu seksi, dan tidak harus menampilkan belahan dada, sehingga diharapkan dapat menunjukkan tipikal dari wnita Indonesia.

Untuk memenuhi rancangan ini, Deden menggunakan tenun Bali, prada Bali. Kain tenun yang identik dengan kain yang berat, tidak menyurutkan semangatnya, bahkan dia berjanji akan membuat busana yang mempermudah gerak si pemakainya.


21
Sep 10

Batik di Atas Kain Serat Alami

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Tidak ada yang memungkiri kenyataan ini. Hanya saja jarang yang mau mengoptimalkan keberlimpahan ini.

Berbeda halnya dengan Benny Adrianto. Perajin batik ini berhasil menemukan inovasi pada kain berserat alami untuk dijadikan bahan dasar batik. Bahkan Benny memasok kain-kainnya dari dalam negeri. Seperti kain berserat nanas dan batang pisang yang diambilnya dari daerah Jepara dan Pemalang, Jawa Tengah. Ataupun kain berserat anggrek berasal dari Kalimantan Timur.

Bisnis yang memiliki potensi jual yang besar ternyata belum banyak dilirik. Sehingga omzet Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan pun berhasil diraih oleh Benny.


21
Sep 10

Dorce Lussi, Pengusaha Tenun yang Sukses

Omzet Rp. 60 juta per bulan? Wow, nilai yang fantastis bukan? Namun, nilai ini tidak begitu saja datang. Butuh perjuangan yang kenal lelah dari perempuan asal Rote Ndao ini untuk mendapatkan nilai tersebut dengan usahanya di bidang pakaian dan souvenir berbahan dasar tenun.

Dorce Lussi, nama perempuan yang telah berhasil meraih omzet tersebut. Semakin menarik, ketika di balik perjuangannya ternyata tersimpan niat mulai untuk melestarikan budaya dan warisan leluhur, terutama tenun di wilayah NTT.

Dengan memberi keterampilan tenun kepada masyarakat luas, Dorce tidak hanya mendapatkan sukses finansial, tetapi juga sukses mengangkat perekonomian masyarakat NTT.


21
Sep 10

Ronald Riset Tenun Hingga Asia Tengah

Pesona tenun ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh Ronald V. Gaghana, perancang muda yang pernah bekerja bersama Biyan Wanaatmadja. Sejak 2006, dia mengeluarkan lini Mulla yang menawarkan desain bergaya unik.

Saat ini, Ronald melakukan riset busana muslim ke Asia Tengah. Dia terinspirasi dengan keunikan motif ikat dari zaman Moghul yakni kerajaan Islam yang sempat menguasai India, Turki, dan Persia. Dari situ, Ronald mencoba menguliknya dengan aplikasi tenun dan bordir.

Koleksi tersebut ia cobakan pada busana kaftan, gaun panjang, serta coat panjang dan pendek. Bahan-bahan yang ia gunakan pun lembut dan ringan, antaranya Thai silk, sifon sutera, dan sutera ATBM.


21
Sep 10

Ulos Batak Siap Rajai Dunia

Merdi Sihombing, salah satu perancang busana Jakarta mengatakan Ulos Batak akan menjadi raja kain di dunia. Keyakinan ini didasari oleh makna filosofis dan kekuatan yang terkandung di dalam kain Ulos sangat dalam dan luas.

Dalam pengerjaannya pun, masih menggunakan peralatan yang sederhana. Namun tetap menawarkan berbagai corak yang menggambarkan nilai seni lewat perpaduan warna dan gorga.

Selain itu, Merdi juga mengatakan ulos merupakan kain yang tidak sebatas untuk keperluan adat.

Bukti pelestarian yang dia lakukan sesuai dengan bidang yang dikuasai yaitu fashion. Bahkan dalam waktu dekat, warisan budaya ini akan dibawanya mewakili Indonesia mengikuti perlombaan tingkat Asean di Bangkok.


21
Sep 10

Modernitas feat. Tradisional

Kreativitas tak pernah mengendur dari perancang senior Poppy Darsono yang juga menjabat sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah. Kekonsistenannya mengangkat budaya lewat mode diperlihatkannya di Mall Kelapa Gading, beberapa waktu lalu.

Poppy selalu ingin mengeksploitasi budaya supaya berubah, dari kesan tradisional menjadi modern sesuai dengan tren yang tengah marak. Kombinasi modernitas dan tradisional coba dia tuangkan saat mengangkat tenun troso hingga menjadi busana kontemporer.

Melalui motifnya yang beragam, beliau menampilkan filosofi tenun troso yang bernuansa bebas dan dipenuhi semangat kerakyatan. Kemudian dikombinasikan dengan gaya rancangan Poppy yang bebas dan modern. Sehingga menghasilkan desain yang spektakuler.


21
Sep 10

Tujuh Perancang Unjuk Kain Tenun

Tujuh perancang busana berkolaborasi? Wow, pastinya akan ada sesuatu yang spektakuler di sana. Dan benar saja, pada 24 Juli, Main Hall Mal Graha Tata Cemerlang (GTC) begitu memukau dengan aksi 20 peraga busana.

Berbagai busana dihadirkan, mulai dari kebaya hingga busana muslim hasil kreasi dari ketujuh perancang busana kota Anging Mamiri. Mereka menunjukkan kreativitasnya pada acara Pembukaan Pameran Kerajinan Tenun Celebes, dengan menampilkan berbagai motif khas setiap etnis Sulawesi Selatan.

Diantaranya terdapat kakak-beradik, Fitriadhy dan Muhammad Alie yang merancang busana dengan gaya bertumpuk-tumpuk serta lipat-lipat pada tiap bagian busana rancangannya. mereka mengeksplorasi motif tenun ikat dari etnis Bugis Sengkang sebagai bahan dasar rancangannya.


21
Sep 10

Batik Mangrove

Inovasi dilakukan Lulut Sri Yuliani demi melestarikan hutan bakau di Rungkut, Surabaya. Batik mangrove adalah batik ciptaannya yang menggunakan pewarna alami dari olahan limbah bakau.

Untuk mendapatkan pewarna batik dari pohon bakau, tidak diperoleh secara langsung, tetapi berasal dari limbah usaha kecil yang mengolah tanaman ini. Beragam warna dihasilkan limbah bakau antara lain hitam, coklat, merah, biru, ungu dan hijau. Dari warna-warni inilah yang menginspirasi Lulut untuk membuat batik mangrove pada tahun 2007.

Batik yang diciptakan Lulut bersifat eksklusif. Satu desain hanya dibuat sekali. Bahkan, Lulut juga menyiapkan sertifikat yang menulis nama pemilik serta motif kain batik itu.


21
Sep 10

Allure Batik Ganti Nama

Sebagai brand batik yang cukup terkenal, Allure Batik mulai merambah dunia internasional dengan mengubah nama menjadi Alleira Batik. Peresmian nama baru ini dihadiri oleh media dan diselenggarakan di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place.

Dalam upayanya, malam itu Alleira memperkenalkan produk baru berbahan sifon, tenunan, super silk, dan habutai. Salah satunya sekuen pada peragaan adalah New Layout, motif dan desain yang modern dan bergaya barat.

Tak hanya itu, Alleira juga mengundang empat desainer negara tetangga untuk mencoba mengulik batik menjadi rancangan yang sesuai gaya mereka. Salah satu perancang tersebut; Monica Lim Kabo dari Australia yang menamai koleksinya dengan Melbourne May Burn.