Kain Indonesia


23
Apr 11

Tips Memilih Kemeja Batik untuk Pria

Berbeda dengan wanita, model baju kemeja batik untuk pria sangat terbatas. Baju batik yang paling umum bagi pria adalah kemeja. Bukan berarti tidak ada jenis baju lain. Celana dan kaos batik kerap digunakan pria untuk bersantai. Sementara untuk kemeja, bisa digunakan dalam segala suasana.

Eits, tunggu dulu. Kamu tetap harus memilih dan memilah kemeja batikmu untuk dipakai di situasi yang tepat. Gak lucu banget kan, kalau kamu jalan-jalan ke mall pakai kemeja batik lengan panjang dari bahan sutra?

Memilih Kemeja Batik

Tips-tips berikut ini bisa membantumu dalam memilih kemeja batik.

1.    Pilih kemeja batik sesuai kebutuhan.

Buat apa mengikuti tren kalau tidak sesuai dengan kebutuhanmu. Lebih parah lagi, kalau sebenarnya kamu tak menyukainya.  Saat hendak membeli kemeja batik, pastikan tujuanmu.

2.    Sesuaikan dengan budget.

Baju batik mahal belum tentu sesuai dengan kebutuhanmu. Umumnya, harga baju batik yang mahal dipengaruhi oleh proses pembuatan dan jenis bahannya. Baju dari batik tulis atau batik dari bahan sutra jelas berharga di atas rata-rata.

Jika ingin baju yang terkesan mewah dengan harga lebih terjangkau, baju dari batik cap juga tak kalah bagus. Yang perlu dicermati adalah jahitannya, rapi atau tidak.

3.    Pilih bahan yang tepat untuk kemeja batik Anda.

Untuk ke pesta, kamu bisa memilih kemeja batik lengan panjang dari bahan sutra. Jika tak sesuai budget, pilih saja kemeja dari bahan satin. Kesan mewah yang ditimbulkan kain satin mirip dengan sutra karena permukaannya yang licin dan berkilau. Penjual batik di pasar Pekalongan kerap menyebut batik berbahan satin sebagai sutra kecewa.

Lain ke pesta, lain pula untuk ke kantor. Pilihlah bahan yang mudah dirapikan dan menyerap keringat dengan baik seperti katun.

4.    Pilih motif yang sesuai.

Ada motif-motif tertentu yang membuat pemakainya tampak berwibawa. Almarhum Iwan Tirta, sang maestro batik Indonesia, mempunyai kiat jitu untuk menonjolkan wibawa pemakai batik. Beliau memperbesar motif-motif batik pada kain rancangannya. Efeknya sangat kentara. Pemakai batik terlihat gagah dan elegan. Nah, kamu bisa mencoba memakai batik bermotif besar di acara-acara yang sangat formal dan istimewa.

Motif kemeja batik untuk ke kantor sebaiknya yang terkesan rapi. Motif dengan bentuk-bentuk geometris yang banyak ditemukan pada batik Solo dan Yogya bisa kamu pertimbangkan.

Sementara itu, kemeja dengan motif-motif batik pesisiran yang luwes dan bergaya ceria cocok kamu kenakan dalam kesempatan yang lebih santai. Hang out bersama teman-teman pun tak masalah memakai kemeja batik. Sebab, batik saat ini tampil lebih trendy dan friendly.

5.    Warna kemeja yang cocok dengan warna kulit dan sesuai kepribadian.

Apa warna kesukaanmu? Memakai baju dengan warna favorit akan membuatmu tampil percaya diri. Tapi harus diingat, cocokkan dengan warna kulitmu. Jangan sampai warna kemeja batik yang kamu pakai membuat kulitmu terlihat lebih kusam.

Kemeja Batik

Kemeja Batik

6.    Coba, dan/atau amati ukurannya.

Tak masalah jika kamu datang langsung ke toko. Kamu bisa mencoba batik pilihanmu di kamar pas sehingga benar-benar yakin untuk membelinya. Tapi, kalau kamu membeli di toko online, perhatikan baik-baik detil ukurannya, ya. Sedikit cerewet pada costumer service tak mengapa. Yang penting, kamu mendapat baju yang pas di tubuh, juga pas di hati.

Nah, tunggu apa lagi? Ayo hunting kemeja batik!


16
Oct 10

Ternyata Roma Pun Mengenal Batik

Demi memperkenalkan Batik di Roma, Duta Besar Indonesia di Italia, Mohammad Oemar, sejak setahun kemarin, menetapkan minimal tiga bulan dalam setahun, yaitu musim panas, pada WNI dan staf di perwakilan Indonesia memakai busana batik.

Berdasarkan pengakuan dari Oemar, kebanyakan penduduk Roma tertarik dengan motif, bahan serta rancangan dari kain batik yang dikenakan warga Indonesia. Padahal Kota Milano, Italia merupakan salah satu pusat mode di dunia.

Sayangnya, batik kurang ditonjolkan, sehingga keindahannya tidak tertangkap oleh para perancang dalam mencari bahan untuk rancangan busananya. Oleh karena itu, promosi yang dipelopori sang Duta Besar dan istri ini diharapkan dapat menghidupkan batik di Italia.


16
Oct 10

Duet Batik dan Ponsel

Elzio, salah satu merek ponsel mengeluarkan produk, yaitu ponsel bermotif batik parang. Inovasi tersebut menggiring Elzio mendapatkan rekor MURI. Melihat keunikan ponsel yang satu ini, Elzio mendaftarkan ke HAKI atau Hak Karya Intelektual.

Untuk setiap penjualan ponsel ini, Elzio akan berkontribusi pada Yayasan Batik Indonesia. Tujuannya, demi menghidupkan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia. Harga yang ditawarkan pun tidak menggila. Untuk tipe I LOVE YOU dihargai Rp. 1.234.567, sedangkan tipe I WANT YOU senilai Rp. 678.910.

Untuk spesifikasinya pada Elzio I WANT YOU, terdapat kamera 2MP flash, google map, GPRS/EDGE class 12, RMVB (player audio-video lengkap), dan phonebook seribu nomor.


12
Oct 10

CLBK di Balik Cerita Motif Truntum

Salah satu motif khas Surakarta yang kerap menjadi favorit bagi konsumen adalah truntum. Kekhasan dari motif truntum adalah bentuk bintang yang selalu menghiasi isinya.

Kain ini biasanya berukuran sekitar 244 x 106 cm, dengan gambar bintang yang saling berhubungan. Di balik motif ini tersimpan sebuah cerita, dimana bentuk bintang-bintang yang sedikit kelam ini diciptakan seorang Ratu pada saat hatinya sedang sedih karena tidak mendapat perhatian dari Raja.

Setelah melihatnya keindahan batik sang Ratu, akhirnya Raja pun mulai memperhatikan perkembangan dari seni batik. Oleh karena itu, motif ini disebut truntum, diambil dari kata tuntum, yang artinya bersatu menjadi satu kesatuan.


10
Oct 10

Melayat Bersama Motif Slobok

Surakarta adalah satu satu kota yang sebagian masyarakatnya masih memegang teguh budaya dan falsafah hidup, termasuk pada kain batik. Bagi masyarakat Surakarta, kain batik pun memiliki nilai filosofi yang sangat mendalam. Salah satunya pada kain batik bermotif Slobok, yang berarti longgar atau lancer.

Kain yang memiliki ukuran 246 x 106 cm ini, sering dipakai masyarakat Jawa untuk melayat kerabat atau teman yang telah meninggal dunia. Motif slobok diyakini masyarakat Surakarta dapat membantu arwah yang meninggal, agar terhindar dari kesusahan ketika menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa.


10
Oct 10

Motif Larangan Khusus Keluarga Keraton

Larangan adalah salah satu motif hias kain batik yang menunjukkan tingkat kebangsawanan dalam keluarga keraton. Bahkan corak tersebut terbagi-bagi dan sangat terbatas di kalangan keraton.

Mari kita tengok ragam motif larangan yang terdapat pada batik Yogyakarta,

  1. Jenis parang rusak, sembagen huk dan garuda ageng adalah motif yang digunakan oleh para penguasa, putera mahkota dan permaisuri/istri raja.
  2. Motif semen yang bersaya garuda ganda maupun tunggal, khusus untuk pada anggota keluarga yang bergelar pangeran keturunan penguasa.
  3. Sedangkan, untuk motif semen tanpa bentuk sayap, kawung, rujak sate, udan liris adalah motif yang digunakan keluarga jauh bergelar raden mas.

10
Oct 10

Batik Vorstenlanden vs Batik Pesisir

Batik telah dikenal pada zaman penjajahan Belanda. Banyak para noni yang kepincut dengan keindahan corak dari kain batik hasil kreasi warga pribumi.  Pada zaman itu, batik dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan daerah pembatikan dan ciri khasnya.

  1. Batik Vorstenlanden, yaitu batik yang berasal dari Solo dan Yogyakarta. Batik yang memiliki warna khas sagon, indigo, hitam, dan putih ini seringkali terinspirasi latar budaya Hindu-Budha.
  2. Batik Pesisir, yaitu batik yang berasal dari kawasan pesisir, seperti Garut, Cirebon, dll. Batik mereka kerap memiliki ragam hias yang bernuansa naturalis dan terpengaruh budaya asing. Selain, itu corak warna batik pesisir lebih beraneka ragam.

5
Oct 10

Buya Sabe Khas Donggala

Jika Anda memiliki kesempatan bepergian ke Donggala, tengoklah Desa Towale, Banawa. Di sana Anda akan menemukan rutinitas menenun. Hampir semua perempuan di desa ini mengisi waktu senggangnya dengan menenun

Desa Towale memang terkenal dengan kain tenunnya yang disebut Buya Sabe atau Sarung tenun Donggala. Kain ini ditenun menggunakan benang sutera yang diberi pewarna alami, yang kebanyakan mengambil warna hitam, ungu dan kuning.

Harga jual dari Buya Sabe pun tinggi, bisa mencapai angka Rp. 600.000 per kain. Rumitnya proses pembuatan dan butuhnya keahlian khusus dalam menenunnya, sangat wajar jika satu kain baru jadi setelah memakan waktu 1-2 minggu atau bahkan sebulan.

Page 1 of 121234510...Last »