Kain Indonesia


16
Oct 10

Ternyata Roma Pun Mengenal Batik

Demi memperkenalkan Batik di Roma, Duta Besar Indonesia di Italia, Mohammad Oemar, sejak setahun kemarin, menetapkan minimal tiga bulan dalam setahun, yaitu musim panas, pada WNI dan staf di perwakilan Indonesia memakai busana batik.

Berdasarkan pengakuan dari Oemar, kebanyakan penduduk Roma tertarik dengan motif, bahan serta rancangan dari kain batik yang dikenakan warga Indonesia. Padahal Kota Milano, Italia merupakan salah satu pusat mode di dunia.

Sayangnya, batik kurang ditonjolkan, sehingga keindahannya tidak tertangkap oleh para perancang dalam mencari bahan untuk rancangan busananya. Oleh karena itu, promosi yang dipelopori sang Duta Besar dan istri ini diharapkan dapat menghidupkan batik di Italia.


16
Oct 10

Duet Batik dan Ponsel

Elzio, salah satu merek ponsel mengeluarkan produk, yaitu ponsel bermotif batik parang. Inovasi tersebut menggiring Elzio mendapatkan rekor MURI. Melihat keunikan ponsel yang satu ini, Elzio mendaftarkan ke HAKI atau Hak Karya Intelektual.

Untuk setiap penjualan ponsel ini, Elzio akan berkontribusi pada Yayasan Batik Indonesia. Tujuannya, demi menghidupkan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia. Harga yang ditawarkan pun tidak menggila. Untuk tipe I LOVE YOU dihargai Rp. 1.234.567, sedangkan tipe I WANT YOU senilai Rp. 678.910.

Untuk spesifikasinya pada Elzio I WANT YOU, terdapat kamera 2MP flash, google map, GPRS/EDGE class 12, RMVB (player audio-video lengkap), dan phonebook seribu nomor.


12
Oct 10

CLBK di Balik Cerita Motif Truntum

Salah satu motif khas Surakarta yang kerap menjadi favorit bagi konsumen adalah truntum. Kekhasan dari motif truntum adalah bentuk bintang yang selalu menghiasi isinya.

Kain ini biasanya berukuran sekitar 244 x 106 cm, dengan gambar bintang yang saling berhubungan. Di balik motif ini tersimpan sebuah cerita, dimana bentuk bintang-bintang yang sedikit kelam ini diciptakan seorang Ratu pada saat hatinya sedang sedih karena tidak mendapat perhatian dari Raja.

Setelah melihatnya keindahan batik sang Ratu, akhirnya Raja pun mulai memperhatikan perkembangan dari seni batik. Oleh karena itu, motif ini disebut truntum, diambil dari kata tuntum, yang artinya bersatu menjadi satu kesatuan.


10
Oct 10

Melayat Bersama Motif Slobok

Surakarta adalah satu satu kota yang sebagian masyarakatnya masih memegang teguh budaya dan falsafah hidup, termasuk pada kain batik. Bagi masyarakat Surakarta, kain batik pun memiliki nilai filosofi yang sangat mendalam. Salah satunya pada kain batik bermotif Slobok, yang berarti longgar atau lancer.

Kain yang memiliki ukuran 246 x 106 cm ini, sering dipakai masyarakat Jawa untuk melayat kerabat atau teman yang telah meninggal dunia. Motif slobok diyakini masyarakat Surakarta dapat membantu arwah yang meninggal, agar terhindar dari kesusahan ketika menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Page 1 of 1212345...10...Last »