Pencarian jati diri ternyata tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga sebuah kain tenun bernama Tenun Ikat Bandar Kidul. Kain ini harus terus berjuang di tengah maraknya ragam tenun di tanah air. Hal ini dikarenakan pasar Tenun Ikat Bandar Kidul masih sebatas di Pulau Jawa.
Padahal untuk ragam motif, perajin masih membuat motif lama seperti mlinjo, gajah mada, dan tirto tirjo, disamping motif bunga, corak miring, bunga setaman yang terbilang diminati konsumen.
Namun, hal ini masih belum dapat memperluas cakupan pasar produk ini. Perlu adanya ditingkatkan inovasi dan upaya pemasaran, supaya kain tenun ini tetap eksis.

Terus terang kain tenun Bandar Kidul memang kurang begitu memasyarakat walau telah ada lama (sekitar thn 1950)… Untuk itu kami berupaya akan mempromosikannya, untuk lebih memperkaya kasanah budaya Nusantara tercinta…