Posts Tagged: batik yogya


10
Oct 10

Motif Larangan Khusus Keluarga Keraton

Larangan adalah salah satu motif hias kain batik yang menunjukkan tingkat kebangsawanan dalam keluarga keraton. Bahkan corak tersebut terbagi-bagi dan sangat terbatas di kalangan keraton.

Mari kita tengok ragam motif larangan yang terdapat pada batik Yogyakarta,

  1. Jenis parang rusak, sembagen huk dan garuda ageng adalah motif yang digunakan oleh para penguasa, putera mahkota dan permaisuri/istri raja.
  2. Motif semen yang bersaya garuda ganda maupun tunggal, khusus untuk pada anggota keluarga yang bergelar pangeran keturunan penguasa.
  3. Sedangkan, untuk motif semen tanpa bentuk sayap, kawung, rujak sate, udan liris adalah motif yang digunakan keluarga jauh bergelar raden mas.

19
Sep 10

Motif dan Warna dari Batik Yogyakarta

Hampir mirip dengan batik Solo, motif pada batik Yogyakarta juga memiliki makna-makna simbolis kebudayaan Hindu. Bahkan, di Yogyakarta terdapat larangan memakai batik-batik yang coraknya digunakan oleh keluarga sultan atau keturunan keraton.

Motif batik Yogyakarta kebanyakan merupakan perpaduan dari bentuk-bentuk geometris dan non-geometris yang ukurannya cenderung lebih besar dan tegas dengan motif batik Solo.

Dalam hal pewarnaan, batik Yogyakarta jauh berbeda dengan batik Solo. Jika batik Solo cenderung menggunakan warna-warna cokelat yang mengarah gelap, maka batik Yogyakarta kebanyakan memakai warna-warna terang dan bersih. Di mana hitamnya cenderung kebiruan.

Motif batik paling dikenal dari Yogyakarta, di antaranya: Sumbagen Huk, Kawung, dan Parang.


19
Sep 10

Batik Yogyakarta vs Batik Surakarta

Pembatikan disinyalir mulai dikenal sejak zaman Majapahit, namun perkembangan batik sebenarnya mulai menyebar pesat ketika terpecahnya Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Dua kota inilah yang kerap menjadi patokan batik dari para pecinta batik.

Kedua tempat ini walaupun berdekatan, memiliki karakteristik batik yang sangat berbeda. Jika Surakarta lebih cenderung feminim, maka Yogyakarta lebih mengangkat kemaskulinan.

Melihat pewarnaan kedua tempat ini juga memiliki ciri khas. Warna dasar batik Yogyakarta kerap memakai warna putih. Sedangkan Surakarta berwarna cokelat muda. Jika menengok pada perbedaan motif, Yogya pun lebih cenderung tegas, jelas dan besar. Surakarta kerap memberikan motif rumit dengan detail-detail kecil.