Batik Pakuan Padjadjaran ternyata menyimpan filosofi yang sangat tinggi. Menurut G.P. Rouffaer (1919) dalam Encyclopedie van Niederlandsch Indie edisi Stibbe tahun 1919, Pakuan Pajajaran berarti “Maharaja yang berdiri sejajar atau seimbang dengan (Maharaja) Majapahit”
Dari situlah motif Batik Pakuan muncul, yang sebagian besar menganut susunan yang seimbang dan sejajar. Berbagai jenis motif batik dihasilkan oleh daerah Padjadjaran, antaranya, Kembang muncang, Gagang senggang, Samele, Seumat Saruhun, Anyam Cayut, Sigeji, Pasi-pasi, KalangkangAyakan, dan Poleng Rengganis.
Sebuah sumber menyatakan bahwa pada masa kerajaan padjadjaran terdapat sosok yang amat terampil membuat batik yaitu rei sutan pamangku dan istrinya yang bernama Dasimah Arthi Pahrih.
