Ulos, ‘Perantara’ Masyarakat Batak

Mari kita mulai menengok sejarah dan filosofi di balik kain Ulos. Tak mungkin dapat ditepis jika secarik kain bisa dipercaya memiliki banyak arti bagi nenek moyang kita. Menurut majalah Mahligai, ulos dikenal oleh masyarakat Batak sejak abad ke-14, seiring masuknya alat tenun tangan dari India.

Sebenarnya Ulos dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari. Namun, pada acara-acara tertentu, ulos dianggap sebagai perantara pemberi berkat dari orang yang dihormati, Acara pemberiannya dinamakan mangulosi.

Selain itu, ulos juga dianggap sebagai perlambang kasih sayang. Semisal, sehelai ulos pemberian orang tua saat pernikahan, dianggap sebagai sarana memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar anaknya diberi kebahagiaan.

Related Posts

Ulos Batak Siap Rajai Dunia, Gambar Tenun Mengikuti Zaman, Pengertian Tenun, Kain Tenun Songket Mampu Menjadi Komoditas Unggulan, Alfonsa Peduli Tenun Flores, Tujuh Perancang Unjuk Kain Tenun, Kebaya Modern pun Tumbuh Sebagai Busana Utama, Gaun Pengantin Batik Terpanjang, Batik feat. Sasirangan

Leave a comment